Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 19 Desember 2014

Bahasa R


R adalah bahasa pemrograman dan perangkat lunak untuk analisis statistika dan grafik. R dibuat oleh Ross Ihaka dan Robert Gentleman di Universitas Auckland, Selandia Baru, dan kini dikembangkan oleh R Development Core Team, dimana Chambers merupakan anggotanya. R dinamakan sebagian setelah nama dua pembuatnya (Robert Gentleman dan Ross Ihaka), dan sebagian sebagian dari nama S.
Bahasa R kini menjadi standar de facto di antara statistikawan untuk pengembangan perangkat lunak statistika, serta digunakan secara luas untuk pengembangan perangkat lunak statistika dan analisis data.
R merupakan bagian dari proyek GNU. Kode sumbernya tersedia secara bebas di bawah Lisensi Publik Umum GNU, dan versi biner prekompilasinya tersedia untuk berbagai sistem operasi. R menggunakan antarmuka baris perintah, meski beberapa antarmuka pengguna grafik juga tersedia.
R menyediakan berbagai teknik statistika (permodelan linier dan nonlinier, uji statistik klasik, analisis deret waktu, klasifikasi, klasterisasi, dan sebagainya) serta grafik. R, sebagaimana S, dirancang sebagai bahasa komputer sebenarnya, dan mengizinkan penggunanya untuk menambah fungsi tambahan dengan mendefinisikan fungsi baru. Kekuatan besar dari R yang lain adalah fasilitas grafiknya, yang menghasilkan grafik dengan kualitas publikasi yang dapat memuat simbol matematika. R memiliki format dokumentasi seperti LaTeX, yang digunakan untuk menyediakan dokumentasi yang lengkap, baik secara daring (dalam berbagai format) maupun secara cetakan.
http://id.wikipedia.org/wiki/R_(bahasa_pemrograman)

Sebagai bahasa Open Source, R mempunyai beberapa kelebihan dan tentu saja kekurangan.
Kelebihan
Pada sudut pandang ini dapat dipaparkan bahwa R mempunyai kelebihan – kelebihan sebagai berikut :
  1. R merupakan perangkat lunak  yang termasuk dalam lisensi GNU General Public Licence yang berarti merupakan suatu perangkat lunak “free”. “Free” disini pengertiannya lebih ke arah freedom (kebebasan) tidak sekedar dari sisi harga/gratis (GNU, 2011). Dengan demikian para pemakai mempunyai :
  • Kebebasan dalam menjalankan program R dengan tujuan apapun.
  • Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program R dan mengubahnya sesuai dengan harapan. Dalam hal ini pemakai mempunyai kebebasan untuk mengaksessource code dari R. Hal ini menjadikan R sebagai Open Source Software.
  • Kebebasan untuk menggandakan program R.
  • Kebebasan untuk menggandakan hasil modifikasi program ke pihak lain.
  1. R dapat digunakan dalam lingkungan sistem operasi yang bervariasi : Windows, Linux dan MacOS X. Kelebihan ini menjamin fleksibilitas pemanfaatan program yang dibuat berdasar bahasa R .
  2. R juga merupakan bahasa pemrograman, sehingga memungkinkan seorang pengguna dapat mengembangkan sendiri program pada bidang kajian tertentu dan mendistribusikannya ke pengguna lain. Oleh karenanya package yang tersedia dalam R untuk bidang – bidang penelitian tertentu, lebih lengkap daripada perangkat lunak lain.
  3. R didukung oleh komunitas pengguna yang mengembangkan package statistika secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini memberikan keuntungan dalam membangun jaringan komunikasi antar pengguna.
  4. Segala sesuatu yang terkait dengan R telah terdokumentasi dengan baik, terpusat dan terintegrasi di situs http://www.r-project.org/, sehingga memudahkan pengguna dalam mengakses perkembangan terbaru tentang R.
  5. R mempunyai kemampuan visual grafis dan keakuratan hasil yang lebih baik daripada perangkat lunak lain (McCullough,B.D. and David A.Heiser, 2008).
Kekurangan
Selain kelebihan, R mempunyai beberapa kelemahan yang dapat mempengaruhi penggunaannya. Kekurangan dari sisi kemampuan perhitungan dalam R dikaji dalam (Ihaka, 2010), dimana bahasa pemrograman R merupakan bahasa pemrograman berbasis interpreter, sehingga eksekusi suatu aplikasi/fungsi yang ditulis dengan bahasa R terutama aplikasi/fungsi yang membutuhkan program code yang panjang akan membutuhkan waktu yang relatif lama. Masalah lain yang terungkap terkait dengan proses pembaharuan dari suatu baris dalam frame data dari suatu proses looping (pengulangan) suatu program. Sebagai contoh, program code yang ditulis dalam bahasa R berikut
m = 70000
r = 10000
d = data.frame(w = numeric(m), x = numeric(m),
y = numeric(m), z = numeric(m))
nilai = c(1, 2, 3, 4)
system.time({
for(i in 1:r) {
j = sample(m, 1)
d[j,] = nilai
}
})
Apabila program code yang relatif pendek tersebut dieksekusi/dijalankan maka waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil relatif lama, lebih dari 1 menit. Hal ini tentu akan mempengaruhi jalannya suatu program yang relatif lebih panjang.
Seperti yang telah dikaji sebelumnya, package tambahan selain package dasar yang terdapat di  R mempunyai ketergantungan dengan versi R yang digunakan dan package lainnya. Secara operasional, apabila pengguna tidak melakukan verifikasi tentang ketergantungan versi tersebut atau dengan perkataan lain menggunakan suatu package versi tertentu yang tidak sesuai dengan versi R dan package terkait yang digunakan, maka program tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya tanpa suatu peringatan yang menunjukkan letak kesalahannya. Akibatnya pengguna perlu melakukan verifikasi secara trial and error (coba – coba) untuk mengetahuinya.
Disamping itu, dalam penggunaan R untuk menganalisis data statistik melalui RGui yang berbasis CLI,  pengguna diharuskan mengetahui sintaks fungsi dan cara menggunakannya secara benar. R sensitif dalam penggunaan huruf besar dan huruf kecil, sehingga jika terdapat kesalahan dalam penulisan, maka akan timbul peringatan kesalahan. Hal ini tentunya menjadi masalah tersendiri bagi pengguna yang tidak mengetahui bentuk perintah atau fungsi yang ada dalam R.
sumber : Irwan Susanto , “Free and Open-Source Software R : Kelebihan, Kekurangan dan Strategi Pembelajaran Dalam Mata Kuliah Statistika”, Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan, 20 April 2011, LPP UNS,Solo . ISBN : 978-602-99130-0-2

Jumat, 12 Desember 2014

SCRUM


Scrum
Scrum adalah iteratif dan pengembangan perangkat lunak kerangka kerja tambahan tangkas untuk proyek-proyek perangkat lunak dan mengelola produk atau pengembangan aplikasi. Fokusnya adalah pada "strategi, pengembangan produk fleksibel holistik di mana tim pengembangan bekerja sebagai sebuah unit untuk mencapai tujuan bersama" sebagai lawan dari "pendekatan tradisional, berurutan".



Event Scrum Ada Beberapa Macam Yaitu:

1. Sprint

Scrum adalah sebuah kerangka kerja yang dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai waktu yang telah ditentukan ( deadline ), hingga produk yang dikembangkan telah memenuhi kebutuhan yang diinginkan atau hingga proyek tidak didanai lagi. Perulangan, putaran atau iterasi ini memiliki batas waktu (time-box) selama 30 hari atau kurang. Dalam Scrum, putaran ini dinamakan Sprint.
Sprint merupakan pembungkus untuk semua event lainnya dalam Scrum. Event-event lain dalam Scrum semuanya dilakukan didalam Sprint. Event-event Scrum antara lain adalah:
  • Sprint Planning
  • Pertemuan Harian Scrum
  • Sprint Review
  • Sprint Retrospective
Peran-peran dalam Scrum
Tim Scrum terdiri dari peran-peran yang bekerja sebagai satu kesatuan selama proses pengembangan produk. Peran-peran ini tidak ada hubungannya dengan jabatan di dalam struktur organisasi. Peran-peran dalam Scrum hanya terdiri dari:
  • Product Owner
  • Scrum Master
  • Tim Pengembang

Artefak-artefak dalam Scrum

Selain event dan peran, Scrum juga terdiri dari artefak-artefak. Artefak-artefak Scrum secara tidak langsung telah disebutkan diatas. Artefak-artefak dalam Scrum antara lain adalah:
  • Product Backlog
  • Sprint Backlog
  • Product Increment

Scrum bukanlah

  • Sesuatu yang baru. Banyak yang beranggapan bahwa Scrum adalah sesuatu yang baru dan tidak popular. Walaupun hal ini mungkin benar untuk konteks Indonesia, namun sebenarnya Scrum telah beredar semenjak tahun 1993 dan sudah menjadi metode umum di negara-negara barat seperti Amerika Serikat dan beberapa negara-negara di Eropa. Di Indonesia sendiri Scrum sendiri sudah banyak digunakan di perbankan, asuransi, multifinance, software house dan web startup company.
  • Metodologi manajemen proyek. Banyak yang menyamakan Scrum dengan metodologi lain seperti Waterfall ataupun Spiral, namun Scrum bukanlah sebuah metodologi. Scrum juga merupakan sebuah kerangka kerja yang berisi pola pikir dan kultur. Organisasi yang hanya menggunakan Scrum sebagai metodologi saja atau hanya di level mekanik saja justru tidak akan mendapatkan hasil yang sebanyak organisasi yang menjadikan Scrum sebagai sebuah pola pikir dan kultur.
  • Jawaban atas semua permasalahan proyek anda. Karena Scrum hanya sebuah kerangka kerja sederhana, Scrum mengharapkan organisasi yang menggunakannya untuk dapat mencari jawaban dan kekurangan yang tidak disebutkan dalam Scrum dengan kerangka kerja yang telah disediakan oleh Scrum. Bagi beberapa organisasi yang sudah lama terbiasa didikte oleh metodologi, hal ini akan sulit dicerna.

Oleh : BAKAYARO The Three Legend Of  FTI